Selasa, 19 November 2019

Melestarikan Cagar Budaya Indonesia di Balik Cerita Mistis yang Dikenal Masyarakat


Mengenal Cagar Budaya

Setiap daerah pasti memiliki cagar budaya entah berupa benda, bangunan, struktur, situs ataupun kawasan cagar budaya. Cagar budaya yang menyimpan sejarah harus terus dilestarikan karena disana ada kisah dan cerita bahkan perjuangan ketika membangun dan menciptakannya bahkan bermanfaat bagi orang banyak ketika masanya. Sehingga ada sebuah pelajaran dari sejarah yang telah diukirnya. Namun, sangat disayangkan sebagian masyarakat kadang tidak menyadari bahwa di sekitarnya terdapat cagar budaya.  Karena sebagian dari mereka berpendapat bahwa cagar budaya hanya berupa museum, prasasti atau candi. Jadi apa sebenarnya cagar budaya?


Menurut UURI No 11 Tahun 2010 “ Cagar Budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa benda cagar budaya, bangunan cagar budaya, situs cagar budaya dan kawasan cagar budaya di darat dan/ atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting  bagi sejarah, ilmu pengetahuan,  pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan atau proses penetapan"

Di desa Ciherang Kecamatan Pacet terdapat bangunan tua yang letaknya di pinggir jalan dan berada diantara pemukiman penduduk. Dari jalan raya tampak bagian depan taman yang masih terlihat hijau  dan lapangan yang cukup luas. Masyarakat sekitarnya menyebut bangunan ini sebagai Rumah Sakit AURI  karena bangunan tua tersebut milik dan dikelola oleh TNI Angkatan Udara. Salah satu warga saat ini usianya hampir tujuh puluh tahun mengungkapkan bahwa dirinya pernah di rawat di Rumah Sakit Paru-Paru ketika usianya balita. Dia menceritakan bahwa saat itu Rumah Sakit tersebut sangat ramai banyak sekali penduduk sekitar bahkan dari luar daerah yang berobat di Rumah Sakit itu.




Sejarah Rumah Sakit Paru-Paru Peninggalan Belanda

Rumah Sakit Paru-Paru dibangun pada masa pemerintahan Belanda tepatnya pada tahun 1919. Setelah kemerdekaan pengelolaannya dilalihkan kepada TNI Angkatan Udara. Berdasarkan hasil penilaian bekas Rumah Sakit Paru-Paru ini dinyatakan sebagai Cagar Budaya Tingkat Provinsi Jawa Barat dan dilindungi oleh UU nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan telah terdaftar pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.

 Tulisan bahasa Belanda terdapat pada bagian bawah kiri dan kanan dinding salah satu bangunan

Bangunan Bekas Rumah Sakit Paru-Paru

Ketika kita masuk terdapat gerbang  pintu masuk yang cukup luas, sebelah kiri terdapat taman yang cukup luas dan sebagian digunakan untuk lapangan. Masyarakat sekitar seringkali memanfaatkannya untuk pertandingan permainan bola. Bekas rumah sakit paru-paru memiliki 12 bangunan sepintas setiap bangunan tampak sama namun sebenarya setiap bangunan memiliki ciri khas sendiri.
Bangunan satu dengan lainnya dihubungkan dengan koridor. 





Kontruksi bangunan ini berupa rangka kayu dengan dinding bagian bawah  berupa anyaman bambu yang diplester batu kapur sedangkan bagian atas hanya berupa anyaman bambu saja. Bentuk atap bangunan ini model limasan dan pelana.  sementara lantainya masih berupa tegel berwarna abu-abu. Jendela dan pintu masih terlihat klasik menggunakan kaca berbingkai kayu. Bangunan Rumah Sakit Paru-Paru  ini merupakan perpaduan gaya tradisonal dan gaya Indis. Pada salah satu bangunan terdapat tulisan dengan bahasa Belanda tulisan yang menceritakan tahun berdirinya bangunan ini. 


Bangunan bekas Rumah Sakit Paru-Paru di bagian dinding bawah terdapat tulisan berbahasa Belanda yang berisi tahun berdirinya bangunan ini.

Setiap bangunan memiliki luas kurang lebih 200 meter. Waah kompeks yang luas bukan?
Bisa dibayangkan seratus tahun lalu tempat ini ramai seperti rumah sakit pada umumnya. Bahkan di salah satu bangunan adalah tempat kediaman dokter. Namun saat ini kompleks bangunan yang cukup luas tersebut tidak lagi difungsikan. Masyarakat lebih mengenal sebagai bangunan tua yang sesekali digunakan untuk shooting film, acara reality show hingga ajang uji nyali para youtuber mereka  meliput hal yang berbau mistis dan angker dari setiap sudut bangunan tersebut.  Sehingga yang terlintas dalam benak masyarakat sekitar adalah mitos cerita mistis dibalik kompleks bangunan tua.  Masyarakat lupa bahwa ada sejarah yang tersimpan. Bekas rumah Sakit paru-paru Ciherang merupakan rumah sakit paru pertama yang dibangun ketika pemerintahan Belanda. Dibalik cerita mistis yang begitu femomenal di kalangan masyarakat hingga terkenal di luar daerah. Kita tidak boleh melupakan sejarahnya, cagar budaya yang harus kita jaga dan lestarikan.  Cagar budaya merupakan kekayaan suatu daerah jika tak terawat akan terlupakan bahkan musnah. Anak cucu kita tak akan tahu ada sejarah terukir di kota mereka. Bantu pemerintah melestarikan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah sehingga terus dikenang sepanjang waktu. Beberapa bangunan di bekas Rumah Sakit Paru yang telah rusak dan tidak difungsikan sama sekali




Upaya Melestarikan Cagar Budaya

Tanpa dukungan masyarakat sekitar mungkin tidak akan terwujud cagar budaya yang tetap lestari. Rumah Sakit Paru yang dibangun pada tahun 1919 harus tetap ada sebagai cagar budaya maka hal yang bisa dilakukan oleh kita adalah :
1. Menguatkan nilai sejarah dibalik cerita mistis
   Untuk menguatkan nilai sejarah mungkin masyarakat dapat memulainya dari hal terkecil. Misalnya 
   membuat slogan sederhana "Jagalah Cagar Budaya Kita" memberi nama setiap bangunan dan     
   menuliskan   sejarahnya ketika masih digunakan pada zaman pemerintahan Belanda. Sehingga 
   secara tidak langsung pengunjung membaca sejarah dari bangunan yang mereka anggap mistis ini
2. Memberikan edukasi pada masyarkat bahwa daerah mereka memiliki cagar budaya yang memiliki 
    nilai sejarah
    Masyarakat setempat diberikan informasi secara tidak langsung misalnya ketika ada kegiatan di 
    rapat warga atau kegiatan lain dimana warga berkumpul. Tokoh masyarakat mungkin dapat 
    mengenalkan bahwa kita sebagai warga masyarakat bangga  karena di sekitar tempat tinggal 
    terdapat cagar budaya
3. Menciptakan suasana yang lebih nyaman 
    Ketika masyarakat sekitar mengetahui dan menerima informasi bahwa bangunan tua yang mereka 
    kenal hanya tempat angker untuk shooting cerita mistis ternyata cagar budaya yang harus 
    dilestarikan. Maka saatnya mengajak mereka untuk berkontribusi setidaknya menyumbangkan 
    tenaga, inspirasi dan  ide untuk  melestarikannya bersama-sama. Karena tempat seluas itu tidak 
    mungkin bisa dijaga dan dipelihara oleh dua orang penjaga yang selama ini ada. Setidaknya  
    pengunjung membuang sampah pada tempatnya, tidak mencorat-coret bangunan karena ini adalah
    cagar budaya yang harus dilestarikan. 
4. Mengadakan event atau kegiatan sosial di tempat tersebut
   Tidak ada salahnya jika mengadakan event di bangunan bekas rumah sakit paru-paru peninggalan 
   belanda ini. Apalagi depan bangunan merupakan lahan luas yang bisa dimanfaatkan. Jika terawat, 
   bersih dan nyaman tidak menutup kemungkinan wisatawan mengunjunginya. Didukung tempatnya
   strategis dan lahan yang cukup luas. 
5. Mempromosikan cagar budaya
    Kemajuan tekhnologi dapat kita manfaatkan untuk mempromosikan cagar budaya yang selama ini      tidak dikenal masyarakat sekitar. Kita dapat mengenalkannya melalui media sosial yang setiap            hari digunakan oleh hampir seluruh masyarakat

Manfaat Melestarikan Cagar Budaya

Proses pelestarian untuk merawat agar tetap ada dan tidak musnah tentu saja akan memberikan dampak positif bahkan manfaat bagi masyarakat.  Lalu apa manfaat khususnya bagi masyarakat sekitar dari usahanya untuk melestarikan cagar budaya di sekitarnya?
1.Melestarikan peninggalan sejarah agar tidak musnah
   Sejarah harus dikenang oleh anak cucuk kita. Maka melestarikan dan merawatnya adalah salah 
   satu  cara menjaganya agar tidak musnah. Bangunan bekas Rumah Sakit Paru-Paru bukanlah 
   bangunan tua yang menakutkan dengan pemeliharaan yang tepat dan kerja suatu saat akan menjadi
   tempat para pengunjung untuk melihat cagar budaya daerah Ciherang
2. Menjadikan cagar budaya sebagai sarana edukasi bahkan dapat dijadikan sebagai ikon suatu daerah
   Saat ini masyarakat hanya tahu bahwa bangunan tua tersebut adalah bangunan yang penuh 
   misteri. Namun, ketika cagar budaya tersebut terawat sudah pasti dapat difungsikan sebagai sarana 
   edukasi. Bahkan menjadi ikon daerah tersebut sehingga menjadi kebanggaan tersendiri 
3. Membuka lapangan usaha bagi masyarakat sekitar
   Bisa dibayangkan suatu saat nanti ketika bangunan menyeramkan tersebut berubah menjadi cagar 
   budaya yang terawat, bersih dan nyaman maka akan menarik pengunjung melihat sebuah sejarah 
   yang pernah terukir di sana. Hal ini tentu saja akan membuaka lapangan pekerjaan masyarakat 
   sekitar. Seperti penjual makanan dan minuman, tenaga kebersihan, pemandu wisata bahkan tukang 
   parkir. Hal ini tentunya akan membantu perekonomian masyarakat sekitar.

Melestarikan cagar budaya adalah melestarikan sejarah yang pernah ada. Rawat sebelum musnah oleh waktu dan ketidaktahuan masyarakat sekitar. Mari kita lestarikan cagar budaya salah satunya semampu kita karena hal kecil yang dilakukan dengan kesungguhan akan menciptakan hal luar biasa bahkan tak terduga. Mari ikuti Kompetisi Blog Cagar Budaya Indonesia dengan tema Rawat atau Musnah!
Kompetisi blog ini diselenggarakan oleh Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) didukung oleh Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 


   




Jumat, 19 Juli 2019

Inilah 5 Manfaat Mengantar Anak Sekolah di Hari Pertama

Tak terasa sudah mulai sekolah kembali. Bagi para orang tua dan anak-anak yang masih betah dengan suasana liburannya. Hari ini segera bergegas kembali pada rutinitas hari efektif. Jangan sampai kalah oleh anak-anak kecil yang  sudah bersemangat di awal tahun ajaran baru. Seragam baru, tas dan alat tulis baru menjadi tradisi di hari pertama sekolah.
Beberapa timeline di media sosial ramai dengan unggahan cerita dan foto para orang tua hebat ketika
mengantar anak hari pertama sekolah. Sebenarnya perlu tidak mengantarkan mereka di langkah pertamanya menuntut ilmu?
Terutama bagi anak-anak di usia TK. Inilah manfaat mengantar anak sekolah terutama di hari pertama sekolah


manfaat mengantar anak sekolah


1. Memberikan kesan istimewa di hari pertama sekolah 

Hari pertama menginjakkan kaki di sekolah akan menjadi kenangan tak terlupakan bagi anak-anak. Meskipun terkadang ada saja anak menangis hari pertama sekolah. Mungkin karena berada di lingkungan baru, guru dan teman pun baru mereka kenal. Namun, momen inilah yang akan selalu
diingat oleh anak-anak dimana orang tuanya menuntun mereka hingga ke depan kelas, memberikan semangat dan senyuman bahkan ada pula orang tua yang ikut duduk di kelas karena anaknya belum bisa ditinggal. Masa ini akan terkenang hingga dewasa.

2. Menciptakan kedekatan antara anak dan orang tua

Bagi oran tua yang biasanya sibuk dan hanya memiliki sedikit waktu dengan anak maka luangkah waktu sejenak untuk menciptakan kedekatan antara anak dan orang tua salah satunya adalah mengantarkan hari pertama sekolah mereka. Moment yang mungkin tidak terulang lagi seiring berjalannya waktu

3. Menanamkan cinta pada ilmu dan pendidikan

Salah satu tugas kita sebagai orang tua adalah menanamkan cinta terhadap ilmu pada diri anak-anak. Sehingga belajar bukan lagi proses yang membuat
mereka stress. Ketika orang tua peduli terhadap pendidikan anak maka anak pun akan memiliki prinsip yang sama.

4. Menjalin silaturahmi dengan guru-guru

Mengantar anak hari pertama sekolah bukan saja memberikan kesan istimewa di hati mereka. Namun, moment ini sebagai ajang silaturahmi dengan guru-guru sebagai orang tua mereka di sekolah. Jangan hanya mengantar mereka hingga gerbang atau pintu kelas. Alangkah baiknya jika orang tua menemui guru atau wali kelasnya. Sehingga ada komunikasi yang harmonis antara guru dan orang tua dalam mendidik anak.

5 Mengenal lingkungan sekolah

Mengenal lingkungan sekolah apalagi di hari pertama sekolah anak kita adalah salah satu hal yang penting. Sehingga orang tua mengetahui tempat anak-anak mereka menuntut ilmu.

Itulah manfaat mengantar anak sekolah yang mungkin tidak kita sadari sudah kita rasakan.
Terima kasih bagi orang tua yang sudah meluangkan waktu di tengah kesibukannya untuk mengantar anak di hari pertama sekolah. Hal yang sederhana namun bermakna di awal anak-anak menuntut ilmu.

Rabu, 17 Juli 2019

Inilah 5 Manfaat Mengantar Anak Sekolah di Hari Pertama

Tak terasa sudah mulai sekolah kembali. Bagi para orang tua dan anak-anak yang masih betah dengan suasana liburannya. Hari ini segera bergegas kembali pada rutinitas hari efektif. Jangan sampai kalah oleh anak-anak kecil yang sudah bersemangat di awal tahun ajaran baru. Seragam baru, tas dan alat tulis baru menjadi tradisi di hari pertama sekolah.
Beberapa timeline di media sosial ramai dengan unggahan cerita dan foto para orang tua hebat ketika
mengantar anak hari pertama sekolah. Sebenarnya perlu tidak mengantarkan mereka di langkah pertamanya menuntut ilmu?
Terutama bagi anak-anak di usia TK. Inilah manfaat mengantar anak sekolah di hari pertama yang harus orang tua ketahui


menangis hari pertama sekolah

1. Memberikan kesan istimewa di hari pertama sekolah

Hari pertama menginjakkan kaki di sekolah akan menjadi kenangan tak terlupakan bagi anak-anak. Meskipun terkadang ada saja anak menangis hari pertama sekolah. Mungkin karena berada di lingkungan baru, guru dan teman pun baru mereka kenal. Namun, momen inilah yang akan selalu
diingat oleh anak-anak dimana orang tuanya menuntun mereka hingga ke depan kelas, memberikan semangat dan senyuman bahkan ada pula orang tua yang ikut duduk di kelas karena anaknya belum bisa ditinggal. Masa ini akan terkenang hingga dewasa.

2. Menciptakan kedekatan antara anak dan orang tua

Bagi oran tua yang biasanya sibuk dan hanya memiliki sedikit waktu dengan anak maka luangkah waktu sejenak untuk menciptakan kedekatan antara anak dan orang tua salah satunya adalah mengantarkan hari pertama sekolah mereka. Moment yang mungkin tidak terulang lagi seiring berjalannya waktu

3. Menanamkan cinta pada ilmu dan pendidikan

Salah satu tugas kita sebagai orang tua adalah menanamkan cinta terhadap ilmu pada diri anak-anak. Sehingga belajar bukan lagi proses yang membuat mereka stress. Ketika orang tua peduli terhadap pendidikan anak maka anak pun akan memiliki prinsip yang sama.

4. Menjalin silaturahmi dengan guru-guru

Mengantar anak di  hari pertama sekolah bukan saja memberikan kesan istimewa di hati mereka. Namun, moment ini sebagai ajang silaturahmi dengan guru-guru sebagai orang tua mereka di sekolah. Jangan hanya mengantar mereka hingga gerbang atau pintu kelas. Alangkah baiknya jika orang tua menemui guru atau wali kelasnya. Sehingga ada komunikasi yang harmonis antara guru dan orang tua dalam mendidik anak.

5 Mengenal lingkungan sekolah

Sekolah adalah rumah kedua bagi anak-anak, mengenal lingkungan sekolah apalagi di hari pertama sekolah anak kita adalah salah satu hal yang penting. Sehingga orang tua mengetahui tempat anak-anak mereka menuntut ilmu.

Itulah manfaat mengantar anak sekolah di hari pertamanya. Terima kasih bagi orang tua yang sudah meluangkan waktu di tengah kesibukannya untuk mengantar anak di hari pertama sekolah. Hal yang sederhana namun bermakna di awal anak-anak menuntut ilmu.

Minggu, 05 Mei 2019

Inilah Kegiatan Ngabuburit Asyik dan Produktif Menambah Pahala Bahkan Pendapatan

Jalan-jalan di sore hari atau melakukan beragam kegiatan sambil menunggu adzan magrib berkumandang biasanya dikenal dengan istilah ngabuburit. Ngabuburit sering diidentikan dengan kegiatan jalan sore berburu kuliner untuk berbuka.  Banyak sekali pedagang dadakan yang hanya berjualan ketika Ramadhan saja menjajakan makanan khas Ramadhan di pasar bahkan pinggiran jalan. Sehingga kemacetan sering terjadi  waktu menjelang berbuka karena tidak sedikit orang yang rela berdesakan di pasar dan pinggir jalan hanya untuk membeli menu takjil sambil ngabuburit.

Ngabuburit asyik dan produktif

                                                        https://www.google.com

Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan pahala, maka sebaiknya setiap waktu kita gunakan untuk hal positif untuk menambah keberkahan puasa kita.  Tidak ada salahnya sesekali ngabuburit  menjelang berbuka asal tidak setiap hari. Karena jika setiap hari waktu tidak produktif bahkan menguras kantong. Ramadhan kali ini kita mulai menjadikan ngabuburit asyik dan produktif. Kenapa produktif? karena bukan sekedar jalan-jalan di tengah keramaian, jadikan ngabuburit produktif ini sebagai kegiatan menambah pahala bahkan pendapatan. Apa saja kegiatan ngabuburit produktif ?

Membantu orang tua

Kegiatan bersama ayah atau ibu adalah salah satu cara membangun kedekatan dan saling memahami antara orang tua dan anak. Apalagi bagi anak-anak yang biasanya menghabiskan waktu di sekolah atau di pesantren.  Berbakti kepada orang tua adalah pintu keberkahan. Apalagi jika dilakukan di bulan suci Ramadhan. Tidak ada salahnya mengisi waktu menjelang magrib dengan membantu orang tua. Menyiapakan makanan untuk berbuka atau membantu pekerjaan orang tua ketika mereka mengais rezeki. Membantu orang tua ketika melakukan kebiasaan di bulan Ramadhan akan menjadi kenangan tersendiri yang akan selalu kita ingat. Membantu orang tua meskipun hanya di rumah akan menciptakan acara ngabuburit asyik dan produktif  karena momen ini akan selalu dirindukan. 

Mengikuti kajian di mesjid

Hampir setiap mesjid biasanya mengadakan kajian atau buka bersama. Kebetulan mesjid di sekitar komplek perumahan kami setiap hari mengadakan buka bersama. Biasanya acara ini digerakkan oleh para remaja sekitar komplek. Makanan untuk takjil  sudah dijadwalkan setiap rumah. Sehingga menjelang sore dikirim  ke mesjid. Ngabuburit asyik dan produktif yang dilakukan para remaja ini biasanya diisi dengan acara kultum, permainan dan tadarus bersama. Waaah, keren kan saat yang lain
sibuk jalan-jalan di keramaian sebagian anak muda ini meramaikan mesjid dengan ngabuburit asyik dan produktif penuh pahala dan karya

Mengembangkan hobi  bahkan bisa jadi bisnis
Setiap orang memiliki hobi,sambil menunggu beduk bertalu tidak ada salahnya memanfaatkan waktu ngabuburit dengan mengembangkan hobi apalagi jika hobi tersebut bisa dijadikan bisnis di bulan Ramadhan. Selain menjadikan ngabuburit menjadi lebih produktif, kegiatan ini bisa menambah pendapatan. Misalnya bagi kamu yang hobi nulis bisa nyicil satu dua lembar di sore hari. Bagi kamu yang hobinya buat kue, ini momemn yang tepat untuk memasarkan produk andalan ke orang sekitar. 
Bagi kalian yang suka pernak-pernik coba untuk membuat amplop lebaran. Berbekal bahan-bahan sederhana amplop lebaran akan diburu menjelang idul fitri

Membaca buku atau Al-quran 
Sebagian orang memiliki target untuk khatam Al-quran di bulan Ramadhan. Maka jadikan ngabuburit asyik dan  produktif salah satunya dengan membaca Al-Quran.  Jika dilakukan secara istikomah maka akan cepat mencapai target. Ngabuburit dengan membaca Al-Quran atau buku tidak hanya menambah pahala akan tetapi  akan menenangkan hati dan menambah wawasan.

Sesekali tidak ada salahnya ngabuburit dengan jalan-jalan sore memburu takjil untuk berbuka. Namun, tidak disarankan setiap hari karena akan banyak waktu terbuang dan membentuk pola hidup konsumtif. Karena sudah pasti ketika jalan-jalan dalam keadaan perut kosong rasanya semua makanan yang terlihat ingin dibeli. Padahl perut kita  tidak bisa menampung semua keinginan mata kita. So, mulailah menciptakan acara ngabuburit asyik dan produktif menambah pahala bahkan menambah pendapatan sesuai dengan cara kamu.