5 Cara Menangani Sikap Agresif Pada Anak

Sikap agresif anak seringkali membuat orang tua dan guru kewalahan. Agresivitas adalah suatu tindakan anak menyerang atau menyakiti orang- orang di sekitarnya.
Sikap agresif anak biasanya ditunjukan dengan tindakan kekerasan fisik seperti memukul, menendang, menggigit, sampai menjambak. Selain tindakan fisik mereka pun melakukan  tindakan kekerasan verbal seperti mengejek, berkata kasar dan membentak
Sikap Agresif Anak

Sikap ini biasanya dialami anak dibawah usia lima tahun, karena ketika pada usia ini sebagian anak belum mampu mengungkapkan keinginnanya lewat kata-kata. Sehingga keinginan dan harapannya dilampiaskan melalui kemarahan. Orang tua ataupun guru sebaiknya tidak membiarkan sikap agresif anak dengan memakluminya karena keterbatasan komunikasi yang belum bisa diungkapkan oleh anak. 

Tindakan agresivitas pada anak tidak bisa dibiarkan karena hal ini tidak hanya berbahaya untuk diri sendiri namun sangat mengganggu orang lain. Teman-temannya akan merasa tidak aman ketika berada didekatnya, mereka ketakutan dan akan menjauhinya. Akhirnya anak agresif tidak memiliki teman karena, hal ini akan sangat berdampak pada kehidupan sosialnya.
Orang tua ataupun guru sebaiknya bekerja sama dan menjalin komunikasi yang baik untuk menangani sikap agresif anak. Jangan pernah menghukum apalagi melakukan kekerasan terhadapnya karena hal ini akan membuat mereka semakin memberontak. Berikut adalah cara menangani sikap agresif anak

1. Menjalin komunikasi dengan anak di rumah

Berikan kesempatan kepada anak untuk mengutarakan perasaan dan keinginannya sekalipun dalam bahasa yang kadang sulit dipahami oleh orang tua. Namun, meskipun belum jelas melafalkan kata biasanya orang tua akan lebih paham bahasa anak. Biarkan mereka mengungkapkan semua keinginan dan perasaannya meskipun hal yang tidak menyenangkan. Komunikasi yang intens akan membuat anak lebih tenang karena dia mampu meluapakan perasaan dan mengungkapkan keinginannya sehingga sikap agresif anak akan perlahan berkurang.

2. Mengevaluasi pola asuh di rumah

Sebaiknya orang tua bertanya pada diri sendiri bagaimana pola asuh di rumah selama ini?
Apakah menerapkan pola disiplin dengan kekerasan?
Apakah menerapkan punishment tanpa reward?
Pola asuh yang salah akan membuat anak berontak bahkan melanggar semua aturan yang diterapkan orang tua karena merasa tertekan. Apalagi jika orang tua sudah menggnuakan kekerasan fisik dalam menerapakan pola asuh di rumah sehingga sikap agresif anak akan semakin kuat

3. Memberikan contoh ketika menyelesaikan masalah dan mengatasi marah

Berikan contoh yang baik dan bijak ketika menghadapi masalah. Berikan pemahaman bahwa tidak perlu marah ataupun melakukan kekerasan ketika menyelesaikan masalah.
Redam emosi mereka ketika mereka tidak mampu mengatasi amarahnya. Orang tua bisa memeluknya ketika mereka marah atau mengamuk, pelukan ini akan memberikan ketenangan.

4. Mendampingi ketika mereka menonton

Sikap agresif anak biasanya muncul ketika anak dibawah usia lima tahun. Pada masa ini pula anak tidak boleh lepas dari pendampingan orang tua misalnya ketika mereka menonton televisi atau bermain game. Acara atau permainan yang mengandung kekerasan akan membuat sikap agresif anak semakin kuat. Sehingga mereka akan melihat contoh sikap agresif tersebut dari tontonan atau game yang mereka lihat. Hindari anak dari berita kriminal, acara gulat ataupun kekerasan fisik atau verbal lainnya yang akan menguatkan sikap agresif anak tersebut

5. Menghargai dan memberikan reward

Kadang orang tua fokus pada tindakan negatif pada anak, bahkan orang tua memberikan hukuman atas tindakannya. Orang tua lupa dari sikap negatifnya pasti ada sisi positif yang belum orang tua tahu. Maka mulailah menghargai karya ataupun hal positif yang dilakukan anak bahkan berikan mereka reward. Tindakan inilah yang akan mengikis sikap agresif anak. 

Sikap agresif anak pasti bisa diatasi selama orang tua dan lingkungan menanganinya dengan benar dan bijak. Ketahuilah dibalik sikap agersif anak pasti adalah potensi yang belum orang tua ketahui dan siapkan diri untuk menggalinya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "5 Cara Menangani Sikap Agresif Pada Anak"

Posting Komentar

Mohon untuk bijak dalam berkomentar