5 Penyebab Anak Menjadi Pelaku atau Korban Bullying dan Cara Mengatasinya

Setiap anak yang dilahirkan dalam keadaan suci, namun pola asuh yang tidak tepat dan lingkungan yang tidak kondusif menjadikan anak tumbuh dengan pribadi yang berbeda. Kepolosannya berubah menjadi pribadi-pribadi yang bertentangan dengan aturan bahkan menjadi pembangkang. Sikap otoriter dan merasa diri lebih kuat menjadikan mereka berkuasa diantara teman-temannya. Sehingga tidak jarang mereka membuli teman-teman sekitarnya, baik secara fisik ataupun verbal. 


Penyebab bullying pada anak

Setiap anak yang dilahirkan adalah sang juara, mereka adalah pemenang hingga lahir ke dunia mengalahkan ribuan sel sperma menuju ovarium ketika proses pembuahan dalam rahim. Sejak dilahirkan dia sudah menjadi juara, tangguh dan kuat. Namun, lagi-lagi pola asuh yang tidak tepat dan lingkungan yang tidak kondusif menjadikan mereka sosok yang lemah, tidak percaya diri dan penakut bahkan menjadi sosok mudah menyerah pada keadaan. Keadaan ini yang  menjadikannya bahan bulian di sekolah ataupun lingkungan.

Kasus bullying adalah tindakan kekerasan yang dilakukan oleh seseorang baik secara visik ataupun verbal. Bullying tidak hanya terjadi di kalangan remaja ternyata kasus ini dialami anak-anak
usia sekolah dasar. Dimana tangan-tangan mugil mereka bukan untuk berjabat namun berubah menjadi tangan dingin untuk memukul dan menganiaya temannya. Bahkan beberapa waktu lalu
kasus bullying  dilakukan oleh siswa sekolah dasar yang masih duduk di kelas 2 SD. Kejadian ini membuat resah orang tua, guru dan masyarakat. Untuk mengantisipasi meningkatnya kasus bullying maka kita harus mengetahui penyebab bullying pada anak sehingga bisa diantisipasi secara tepat.

1. Orang tua yang mendidik dengan kekerasan fisik ataupun verbal

Orang tua yang sering memukul, mencubit ataupun melakukan kekerasan fisik pada anak menyebabkan trauma yang mendalam bagi mereka. Untuk melampiaskan kemarahnnya anak bisa menjadi pelaku bullying pada teman-temannya. Ataupun orang tua yang melakukan kekeraasan
secara verbal mengucapkan perkataan yang membuat anak down  sehingga dia tumbuh menjadi pribadi yang tidak percaya diri, tertutup bahkan merasa tersisihkan. Keadaan ini dimanfaatkan oleh pelaku bullying untuk membulinya. Ternyata salah satu penyebab bullying pada anak adalah kekerasan yang dilakukan orang tua terhadap mereka di rumah

2. Pendidikan orang tua yang otoriter

Orang tua tidak pernah mekukan kekerasan baik fisik ataupun verbal. Namun, sangat otoriter dalam menerapkan pola asuhnya di rumah. Sehingga anak-anak tidak diberikan kesempatan untuk berpendapat, menuangkan ide dan menyampaikan keinginannya. Akhirnya anak akan selalu menurut apa kata orang tua meskipun bertolak belakanag dengan hati dan keinginannya. Inilah penyebab bullying pada anak, sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang berkuasa sesuai dengan pola asuh orang tuanya yang otoriter.

3. Anak menjadi korban kekerasan

Penyebab bullying pada anak bisa karena anak pernah menjadi korban kekerasan baik dilakukan oleh orang tua, teman ataupun orang di sekitarnya. Seorang anak yang sering mengalami kekerasan
kemungkinan dia akan melakukan hal yang sama kepada orang lain untuk  melampiaskan amarahnya. Misalnya ketika kecil di sering dipukul oleh temannya maka perlakuan tersebut akan terus dia ingat sehingga ada kemungkinan dia melakukan hal yang sama. Bahkan tidak hanya menjadi pelaku ataupun korban bullying, tindak kekerasan yang dilakukan terhadap anak menyebabkan anak stress hingga bisa mengakhiri hidupnya

4. Kurang perhatian dan komunikasi dengan orang tua

Kurangnya perhatian orang tua karena terlalu sibuk bekerja menjadi penyebab bullying pada anak. Anak melakukan kekerasan terhadap orang lain untuk menarik  perhatian orang tua. Kurangnya komunikasi antara orang tua dan anak menjadi penyebab bullying pada anak semakin meningkat. Ketika anak mendapat perlakukan kekerasan secara fisik ataupun verbal jika kurangnya komunikasi dengan orang tua maka anak tidak akan menceritakan kejadian yang mereka alami sehingga bullying akan terus terjadi.

5.Melihat kekerasan di televisi ataupun internet

Tontonan yang dilihat anak melalui televisi ataupun internet bisa mempengaruhi anak. Begitu pula ketika mereka melihat kekerasan di media misalnya ketika adegan berkelahi, gulat ataupun
ketika adegan saling menyindir. Secara tidak langsung otak akan merekam sehingga tanpa disadari anak melakukan apa yang mereka lihat.

    Ketika anak melakukan bullying atau menjadi korban bullying maka orang tua jangan menyalahkan anak sepenuhnya. Karena penyebab bullying pada anak salah satunya karena pola
asuh orang tua yang tidak tepat, kurangnya kasih sayang dan perhatian juga tontonan yang mereka lihat. Maka orang tua sebaiknya bersikap bijak dalam mendidik anak-anak kekerasan bukanlah solusi
untuk menjadikan mereka anak disiplin. Luangkan waktu untuk berkomunikasi dengan mereka apalagi ketika mereka menginjak remaja. Tanyakan tentang kegiatan, teman-teman dan aktivitas lain
yang menjadi rutinitas hariannya. Jangan biarkan orang tua menjadi orang asing bagi anak-anak, menemani mereka menonton atau bermain adalah jembatan untuk menguatkan kasih sayang sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, percaya diri dan takwa. Penyebab bullying pada anak bisa segera diatasi selama oranga tua terus berusaha, bekerja sama dan memliki waktu untuk anak-anak.

Baca juga : Inilah 5 penyebab anak agresif




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "5 Penyebab Anak Menjadi Pelaku atau Korban Bullying dan Cara Mengatasinya"

Post a Comment

Mohon untuk bijak dalam berkomentar