Bekerja Untuk Kebutuhan Hidup Bukan Gaya Hidup

Berita gaya hidup di era digital sangat mudah diterima oleh masyarakat, kecanggihan tekhnologi dan informasi membuat berita sampai secepat kilat. Bagi seseorang yang tidak mampu membuat skala proritas maka akan dengan mudah  mengikuti gaya hidup idola ataupun yang dilihatnya, dari mulai fashion hingga kebiasaan. Jika sudah seperti ini maka siap-siap menyiapkan dompet tebal karena sudah tentu mengikuti gaya hidup membutuhkan banyak biaya. Cerdas mengelola kebutuhan adalah hal yang harus dimiliki untuk meminimalisir gaya hidup yang tinggi tidak seimbang dengan pendapatan. Maka kembali lagi pada tujuan awala bahwa kita bekerja untuk kebutuhan hidup bukan gaya hidup. Lalu apa yang  harus kita lakukan agar menjadi pribadi yang cerdas mengelola kebutuhan?

cerdas mengelola kebutuhan

Menentukan skala prioritas

Seseorang yang cerdas mengelola kebutuhan  maka dia akan mampu menentukan skala prioritas dalam hidupnya, hal apa yang harus dia lakukan terlebih dahulu. Sesuatu yang dianggap penting maka akan diutamakan meskipun memiliki seribu keinginan. Seseorang yang pandai menentukan skala prioritas maka akan lebih mudah mencapai keinginannya.

Mendahulukan kebutuhan daripada keinginan

Jika ingin membeli sesuatu apalagi dengan budget terbatas maka belajarlah cerdas mengelola kebutuhan. Luangkan waktu untuk berpikir sejenak apakah yang kita beli itu keinginan atau kebutuhan. Beberapa diskon yang ditawarkan atau promo buy 1 get 1 sangat menggiurkan apalagi buat pada ibu pemburu diskon. Jika memang membutuhkan it's good change tapi jika tidak maka itulah yang disebut dengan keinginan bukan kebutuhan.

Tidak selalu mengikuti trend

Trend akan selalu berubah dari wkatu ke waktu, maka jika kita menjadi pengikut trend maka akan lelah sendiri. Seperti mengikuti lomba lari yang entah dimana menemukan garis finishnya. Maka
salah catu cara cerdas mengelola kebutuhan adalah dengan tidak selalu mengikuti perubahan trend.

Mensyukuri yang sudah dimiliki

Hal yang membuat kita lupa dan memiliki segudang keinginan untuk membeli barang tertentu yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan adalah karena kita kurang bersyukur dengan yang sudah dimiliki. Sehingga hidup akan terus merasa kurang dan selalu ingin yang baru. Cerdas mengelola kebutuhan akan membuat kita menjadi pribadi yang selalu bersyukur atas apa yang sudah dimiliki.

Berpikir ke depan bukan sesaat

Ketika ada tas model baru langsung membeli, promo handphone baru langsung memesan jika punya budget dan membutuhkan benda tersebut  tidak masalah. Namun jika hanya tergiur atau hanya ingin dikatakan serba ada maka jangan pernah lakukan hal ini. Berpikirlah ke depan uang lebih baik disimpan untuk hal yang lebih bermanfaat jangan berpikir sesaat membeli sesuatu tanpa berpikir kita membutuhkan atau tidak, apakah ada budget untuk membelinya. Cerdas mengelola kebutuhan bukan hanya akan membuat hidup lebih tenang kita pun akan menjadi pribadi bijak dalam bersikap

Ingat kita bekerja untuk kebutuhan hidup bukan gaya hidup. Karen jika bekerja untuk gaya hidup kita hanya akan mendapatkan lelah tanpa hasil. Mulailah menjadi pribadi cerdas mengelola kebutuhan sehingga lelahnya kita bekerja tidak sia-sia.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bekerja Untuk Kebutuhan Hidup Bukan Gaya Hidup"

Post a Comment

Mohon untuk bijak dalam berkomentar