Menjadi Orang Tua Cerdas Ketika Mengawasi Penggunaan Gadget pada Anak


Dia yang selalu menemani saat menjelang tidur, bahkan ketika bangun sudah pasti mengeceknya. Jika pergi keluar rumah tanpanya maka terasa mati gaya dunia seolah sepi. Sesekali pasti menyempatkan diri untuk menengoknya. Ternyata dia bukalah seseorang namun sebuah gadget, apakah anda mengalami hal yang sama?
Mungkin inilah fenomena yang sekarang dialami sebagian orang di era digital. Gadget menjadi teman setia yang dibawa kemana pun pergi. Bagaimana jika kecanduaan gadget dialami oleh anak-anak kita, mereka asyik dengan gadget dan menghabiskan waktunya di dunia maya. Hingga pengunaan gadget lebih  mendominasi dalam aktvitasnya. Maka sudah saatnya orang tua memantau penggunaan gadget pada anak.

Penggunaan gadget pada anak

Orang tua menjadi sample dalam menggunakan gadget di rumah

Hal yang sangat miris ketika orang tua memperingati anak-anak untuk tidak terlalu asyik dengan gadget namun disisi lain, orang tua pun tak bisa terpisah dengan  gadget. Tidak pernah ketinggalan status dalam setiap aktivitasnya bahkan rajin selfie atau wefie di media sosial. Maka ini adalah PR orang tua, untuk berprilaku cerdas dalam menggunakan gadget.  Membatasi penggunanaan gadget pada anak akan berhasil jika orang tua yang terlebih dahulu menjadi sample dalam menggunakannya.
Ketika di rumah orang tua tidak menghabiskan waktunya dengan gadget. Ketika pulang kerja maka saatnya berkumpul dengan keluarga simpan sementara gadget dan habiskan waktu bersama keluarga. Ketika orang tua sudah memiliki kebiasaan ini maka akan lebih leluasa baginya untuk mengarahkan penggunaan gadget pada anak.

Tentukan aturan dalam menggunakan gadget

Memisahkan  anak dengan tekhnologi salah satunya gadget juga berdampak kurang baik. Karena nantinya anak akan merasa asing jika menemukan hal yang bersifat tekhnologi. Maka untuk mengimbangi penggunaam gadget pada anak maka orang tua sebaiknya menentukan aturan dalam penggunaannya. Misalnya membekali anak usia sekolah dasar dengan gadget sederhana yang hanya bisa menelpon dan mengirim pesan berfungsi sebagai alat komunikasi. Lain halnya dengan anak-anak SMP ataupun SMU biasanya ada kegiatan pembelajaran di sekolah untuk mencari informasi dari internet.  Maka Disini orang tua dan guru perlu adanya koordinasi misalnya anak tidak boleh menggunakan gadget ketika di sekolah kecuali ada pembelajaran yang mebutuhkan informasi di internet. Sementara di rumah orang tua pun harus memberikan aturan dalam penggunaan gadget.

Mengatur waktu ketika menggunakan gadget

Beberapa kasus ditemukan anak-anak mengalami kecanduan gadget bahkan hingga mengalami gangguan kejiwaan. Mereka tidak bisa dipisahan dari gadget bahkan lupa waktu belajar dan istirahat.
Dunia maya dianggap lebih seru dibandingkan dunia nyata. Parahnya orang tua tidak bisa menangani kasus ini, diantara mereka hanya pasrah dan membiarkan keadaann ini terus berlangsung.  Anak semakin asyik di dunia maya sementara melalaikan kewajiban di dunia nyata. Maka sebelum keadaan ini semakin parah orang tua harus bertindak cerdas salah satunya mengatur waktu penggunaan gadget pada anak. Misalnya orang tua mengambil gadget setelah magrib, sehingga pada waktu itu  tidak ada lagi penggunaan gadget pada anak, karena anak harus mempersiapkan belajar untuk esok hari dan istirahat yang cukup. Beberapa orang tua mengeluh bahwa anaknya sering kali bergadang asyik dengan gadgetnya. Akhirnya bangun kesiangan, ke sekolah terlambat bahkan di kelas akan mengantuk. 

Baca Juga : -cara-menangani-sikap-agresif-pada-anak

Mengalihkan aktivitas dari penggunaan gadget

Tidak hanya anak remaja atau orang tua yang menjadi sahabat gadget, anak balita pun saat ini sudah pandai memainkan layar sentuh di atas gadget. Kebiasaan ini terjadi karena mereka melihat orang tua atau orang di sekitarnya begitu asyik menggunakan gagdet. Penggunaan gagdet pada anak balita bisa disiasati dengan mengalihakna aktivitas tersebut. Misalnya mengajak mereka bermain, bercerita ataupun mendampinginya menonton. Tidak hanya kecanduan ancaman kesehatan pun siap menanti terutama untuk kesehatan mata

Membaca buku mengurangi ketergantungan gadget

Pengunaan tekhnologi merupakan salah satu literasi dalam arti luas. Namun, jika informasi yang dibutuhkan masih bisa dicari dengan cara membaca buku maka lakukan gerakan membaca buku baik di rumah ataupun di sekolah. Beberapa remaja sering mengungkapkan bahwa gadget membantunya dalam belajar. Namun, orang tua harus memberikan pandangan bahwa ketika mereka rajin membaca maka dengan sendirinya akan banyak tahu tentang beragam informasi dan pengetahuna sehingga penggunanan gadget dalam kegiatan belajar dapat diminimalisir. Karena terkadang mereka lebih banyak menggunakannya untuk hal yang bersifat  fun dibanding sebagai media belajar. Apalagi jika tidak ada pengawasan dari guru ataupun orang tua.  Penggunaan gadget pada anak sebenarnya bisa dibatasi selama orang tua dan guru juga orang di sekitar bekerja sama. 

Anak-anak bukan dikekang dengan kecanggihan tekhnologi karena bagaimana pun mereka terlahir di zaman melek tekhnologi. Namun orang tua wajib menjadi orang tua yang bijak dalam mengawasi
penggunaan gadget pada anak. Orang tua harus cerdas dalam memberikan pandangan pengunaan gadget untuk anak. Jelaskan pada mereka bahwa tekhnologi buka membuat mereka menjadi kecanduan.  Namun, sebagai saran komunikasi dan informasi yang harus digunakan sesuai kebutuhan
Let's be smart parents!


Baca Juga :penyebab anak menjadi pelaku atau korban bullying

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menjadi Orang Tua Cerdas Ketika Mengawasi Penggunaan Gadget pada Anak "

Post a Comment

Mohon untuk bijak dalam berkomentar