Mensyukuri Pasangan Hidup dan Filosofi Sepasang Sepatu

Ketika berita pelakor semakin marak hampir di setiap timeline media sosial. Bahkan tidak jarang pelaku secara terang-terangan mengakui perbuatannya sehingga tayangannya semakin viral. Bukan hanya wanita penganggu rumah tangga orang yang harus disudutkan, dicaci maki bahkan dihujat. Namun, perbuatan lelaki pun harus dipertanyakan. Tidak akan terdengar sebuah suara tepukan tangan jika hanya satu tangan yang  bergerak meskipun sekuat tenaga digerakan tepukan itu tidak mungkin akan terdengar. Artinya sebuah perselingkuhan atau kebohongan tidak akan terjadi jika tidak ada "kerja sama" keduanya. 


mensyukuri pasangan hidup

Tinggalkan sejenak masalah pelakor yang semakin viral ditayangkan cari jalan cerdas bagaimana menyelamatkan bahtera rumah tangga kita. Sehingga tidak terbentur dengan masalah yang sama atau masalah lain yang sering menghampiri ketenangan rumah tangga. Rumah tangga dibangun atas sebuah cinta dua orang manusia yang memiliki komiten untuk menjalani hidup bersama. 

Yakinkah kekuatan cinta membuat rumah tangga selalu tenang?

Mampukan kesetiaan membangun istana kebahagiaan dalam rumah tangga?


Jangan salahkan cinta ataupun kesetiaan ketika dalam rumah tangga menemui badai kecil. Namun, yakinkan dalam diri bahkan tak ada kesempurnaan dalam diri manusia begitu pula dengan belahan jiwa kita. Sehingga perbedaan pendapat, salah paham dan komunikasi seringkali membuat percikan masalah. Segera padamkan jangan biarkan dia membakar setiap hati pasangan kita. Salah satunya adalah dengan mensyukuri pasangan hidup kita. Karena salah satu pintu keberkahan dalam rumah tangga adalah mensyukuri pasangan hidup kita masing-masing. Mensyukuri pasangan hidup, ketika suami memberi nafkah sesuai kemampuannya setelah dia berusaha sekuat tenaganya. Jadilah istri cerdas untuk mengatur nafkah yang diberikan suami sehingga mampu menutupi kebutuhan. Menjadi istri kreatif bagaimana caranya membantu ekonomi keluarga tanpa meninggalkan tanggung jawab sebagai ibu dan istri. Jika masih belum mampu melakukan hal itu karena suatu hal. Maka selalu tengadahkan tangan untuk berdoa dan berbisik kepada pemilik rezeki agar selalu dicukupkan dan menjadi hamba yang penyukur. Untaian doa seorang istri inilah yang kelak akan menjadi pintu pembuka rezeki melalui ikhtiar suami

Manusia akan menua seiring berjalannya waktu maka saling menguatkan hati ketika menjalaninya. Rambutnya tak sehitam dulu, kulitnya tak semulus beberapa tahun silam bahkan bahunya sudah tak cukup kuat untuk bersandar. Maka mensyukuri keadaan pasangan hidup akan membuat kita tidak hanya melihat perubahan fisiknya namun jauh akan lebih menyayangi bahkan takut kehilangan.
Mensyukuri pasangan hidup adalah menerima setiap kekurangannya dan tidak menjadikannya senjata ketika ada masalah melanda. Dalam hal ini Jangan pernah menjadi penulis fiksi  kreatif yang selalu memaparkan salah satu kekurangan suami/istri ketika menghadapi sebuah masalah. Bahkan memiliki prasangka jauh yang sebenarnya tidak pernah dilakukan oleh pasangan kita. Mensyukuri pasangan hidup adalah hal yag terlihat sederhana namun sulit dan kadang terlupakan. Selalu yakin bahwa
kekurangnya mungkin ada akelebihan kita. Begitupula sebaliknya, kelebihanya justru adalah kekurangan kita.

Belajarlah pada filosofi sepasang sepatu yang selalu melengkapi satu sama lain, ketika hanya ada satu sepatu kiri atau kanan maka semahal apapun tak akan pernah berarti karena tak bisa digunakan. Sepasang sepatu selalu pengertian satu sama lain, si kanan selalu mengalah ketika si kiri melangkah begitu juga sebaliknya. Namun keduanya akan sampai pada tujuan secara bersamaan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mensyukuri Pasangan Hidup dan Filosofi Sepasang Sepatu"

Post a Comment

Mohon untuk bijak dalam berkomentar