5 Tips Mengajarkan Balita Menata Rumah


Hal yang sering diungkapkan para ibu yang memiliki balita adalah keadaan rumah bak kapal pecah. Bahkan alat tempur masak para emak berpindah tempat ke dapur, kosmetik yang dipakai tanpa permisi atau bahan-bahan makanan yang dicampur aduk yang seperti chef handal. Hampir semua ibu mengalami hal demikian termasuk saya. Tidak sedikit para ibu yang membiarkan dan memaklumi tingkah lucu mereka. Adapula ibu yang marah ketika melihat lipstiknya patah karena meriasi hampir seluruh muka si kecil. Adapula yang mengaggapnya pintar karena balita sedang melakukan eksplorasi.

Mengajarkan balita menata rumah


Apapun tanggapan para ibu, hal yang harus dihindari adalah tidak membentak apalagi melakukan kekerasan fisik atas apa yang mereka lakukan. Karena pada dasarnya mereka meniriu apa yang kita
lakukan. Memasak, berdandan dan bercerita seperti yang sering ibunya lakukan. Namun, terlalu memanjakannya dengan membiarkan apa yang mereka sukai pun tidak terlalu baik. So, apa yang harus ibu lakukan?
Iniah masa dimana para ibu mengajarkan balita menata rumah. Tentu saja sesuai dengan kemampuan dan usianya

1. Memberikan pengertian mana mainan dan mana yang bukan

Balita pasti identik dengan mainan karena dunianya adalah dunia bermain. Namun, sering juga kita jumpai mereka bermain dengan perkakas dapur, kosmetik ataupun baju. Disinilah kita sebagai orang tua untuk mengarahkan mereka ajak mereka untuk dapat membedakan mainannya dan alat-alat rumah. Sehingga anak paham dan mengerti mana mainannya dan mana barang yang digunakan oleh orang tuanya untuk bekerja. Apalagi ketika usia masih batita dikhawatirkan mereka memainkan perkakas yang membahayakan seperti pisau, garpu ataupun kompor.

2. Mengajak balita membereskan kembali mainannya

Salah satu cara mengajarkan balita menata rumah adalah mengajak mereka membereskan mainananya setelah selesai. Meskipun hanya memasukkan sebagian mainannnya ke dalam keranjang mainana hargai usaha mereka.
Mengajak balita merapikan kembali mainannya berarti orang tua mengajarkan tanggung jawab dan kedisiplinan. Hal ini akan menjadi kebiasaan ketika selesai bermain anak tidak menciptakan kapal pecah di rumah.

3. Berikan edukasi dengan bahasa yang mereka pahami

Orang tua tidak hanya melarang apalagi memarahi ketika anak bermain sesuka hati. Namun berikan mereka edukasi misalnya ketika mereka bermain alat dapur maka jelaskan kepada mereka bahwa alat-alat  yang ada di dapur ataupun barang-barang yang sering digunakan ayah untuk bekerja bukan mainan. Jelaskan bahaya ketika mereka gunakan tanpa pengawasan orang tua.
Berikan edukasi kepada mereka setiap habis bermain dibereskan kembali agar tidak berserakan dimana-mana karena bisa saja hilang atau terinjak dan akhirya rusak. Edukasi seperti inilah yang lambat laun akan dipahami mereka meskipun tidak secara langsung

4. Memberikan batasan area bermain

Mengajarkan balita menata rumah tidak harus selalu mengajaknya membersihkan rumah. Namun, memberitahukan batasan area bermain. Misalnya space tertentu di rumah yang boleh dijadikan tempat bermain. Jadi anak-anak bisa bereksplorasi di sana dan tidak berpindah-pindah. Bisa dibayangkan jika semua ruangan dijadikan tempat bermain. Maka orang tua akan kelelahan setiap saat untuk membereskannya.

5. Memberikan punishment dan reward

Reward dan punishment adalah hal yang harus diberikan kepada anak. Ketika mereka berhasil disiplin ketika bermain misalnya membereskan kembali mainnanya, bermain di area tertentu maka berikan mereka reward. Begitu juga sebaliknya ketika mereka tidak disiplin berikan punishment sesuai usia mereka tentunya hukuman yang mendidik.

Mengajarkan balita menata rumah adalah hal penting yang harus orang tua ajarkan sehingga mereka memiliki aturan dan tanggung jawab. Balita dan rumah seperti kapal pecah yang selama ini sudah menjadi mind set para ibu mungkin bisa kita atasi dengan mengajarkan mereka disiplin, tanggung jawab dan memberikan edukasi. Rumah seperti kapal pecah ketika memiliki balita mungkin saja karena orang tua hanya diam membiarkan mereka bermain apa saja dan dimana saja. Ketika melihat rumah beratakan di setiap sudut ruangan orang tua kadang malas merapikan sehingga bertumpuk dari hari ke hari.
Yuk, mulai mengajarkan balita menata rumah!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "5 Tips Mengajarkan Balita Menata Rumah"

Post a Comment

Mohon untuk bijak dalam berkomentar