Pegang Teguh 5 Komitmen ini Ketika Memutuskan Menikah Sambil Kuliah


Belajar di kampus bagi remaja seusianya adalah hal yang wajar. Sebuah kesempatan yang jangan pernah disia-siakan. Karena betapa sayangnya  Allah memberikan kesempatan untuk menimba ilmu ketika semangat pemuda/i masih membara. Ketika jiwa dan raga masih kuat belajar hingga larut atau melakukan penelitian hingga di luar kampus. Salut pada mahasiswa yang benar-benar memanfaatkan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya. Karena ini adalah salah satu cara menunaikan amanah orang tua. Bagaimana kerja keras orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi namun hanya menjadi mahasiswa abadi, atau sibuk nongkrong atau ngedate dengan si dia. 
Ah... rasanya tak sanggup melihatnya jika keringat orang tua  dibayar dengan kesenangan masa muda yang hanya mengikuti trend atau pergaulan. 

Meninggalkan sejenak para mahasiswa single yang semangat menuntut ilmu. Di beberapa kelas di kampus ternyata ada mahasiswa yang memiliki double predikat. Maksudnya mahasiswa merangkap sebagi suami atau ayah adapula mahasiswi merangkap sebagai istri bahkan ibu.  Mahasiswa single yang belum menikah memiliki semangat tinggi untuk belajar adalah kewajiban. Namun, seseorang yang sudah  menikah sambil kuliah dengan semangat belajar tinggi dan memiliki impian membangun masa depan yang lebih baik melalui proses beajar adalah hal yang luar biasa.

Memutuskan kuliah sambil menikah adalah hal yang pernah saya lalui bersama suami. Ketika semester dua tepat di usia 21 tahun kami menikah sambil kuliah. Jauh sebelum kampanye menikah muda untuk menjaga hati dan berhijrah itu ramai di media sosial. Apakah menikah sambil kuliah itu sebuah pilihan hidup kami?

menikah sambil kuliah
                                                                 sumber : kompasiana.com

Sungguh, hanya ALLAH yang mengatur jodoh setiap manusia. ALLAH menakdirkan kami menikah sambil kuliah. Apakah perjalanan rumah tangga kami menyenangkan ataukah sebaliknya?

Intinya kami menikmati setiap episode kehidupann yang kami hadapi. Kami harus menjadi mahasiswa yang berpikir lebih dewasa dari teman sekelas kami. Karena kami tidak hanya memikirkan setumpuk tugas kampus, menyelesaikan penelitian ataupun seminar. Namun, ada sebuah keluarga kecil yang harus kami bangun apalagi setelah 1,5 tahun menikah ALLAH menitipkan seorang anak sehingga lengkap sudah predikat kami mahasiswa yang sudah menjadi orang tua.

Sebuah perjalanan yang mengajarkan kami banyak hal. Bahwa anjuran menikah muda bukan hanya sebuah kampanye bagi para remaja apalagi mereka yang berada di usia menikah. Namun, jauh pada solusi bagaimana membina sebuah rumah tangga setelah ketika menikah sambil kuliah itu sendiri kita jalani yaitu memiliki ilmunya bukan sekedar mau atau memboomingkan yang sedang marak saat ini.KOMITMEN adalah harga mati ketika memutuskan kuliah sambil menikah.


Komitmen menjadi hamba yang lebih bertakwa

Ketika menikah itu adalah ibadah maka sudah ada satu indikator yang membuka jalan seseorang menjadi lebih bertakwa dan menuai banyak pahala. Komitmen menjadi lebih bertakwa ketika sudah menikah adalah pintu utama keberkahan. Pembuka rezeki bahkan menentram dalam sebuah rumah tangga ketika masalah melanda.  Bisa dibayangkan ketika dua pemikiran yang mungkin masih idealis harus mampu bersatu saling menasehati dan mengingatkan untuk lebih baik lagi. Namun selalu yakin bahwa ketakwaan akan melunakkan kerasnya hati dan idealisme

Komitmen dengan pasangan hidup kita

Jika suami atau istri menikah sambil kuliah maka salah satu kunci komitmen yang harus dimiliki adalah komitmen untuk saling mensupport. Ketika suami masih kuliah maka istri harus ada di barisan terdepan mendukung suami sampai lulus kuliah. Ini adalah goal pertama yang harus dilalui bagi pasangan yang menikah sambil kuliah. Jika istri terlalu banyak menuntut tidak mendukung suami maka tidak sedikit para suami yang memutuskan  untuk berhenti kuliah, begitu juga sebaliknya. Maka berkomitmenlah dengan pasangan untuk menuntaskan kuliah hingga selesai sehingga tak ada penyesalan di akhir nanti

Komitmen untuk pandai membagi waktu

Bisa dibayangkan bagaimana sibuknya membagi waktu ketika menikah sambil kuliah, karena kita pun sama hanya memiliki waktu 24 jam. Maka belajar untuk komitmen membagi waktu. Bagi istri mungkin bisa menyelesaikan  tugas kuliah ketika si kecil sudah tidur, memiliki skala prioritas waktu dan mengurangi hal-hal yang tidak bermanfaat. Karena banyak hal yang harus dilakukan karena tugas kita benar-benar double

Komitmen untuk bekerja keras

Siap menikah sambil kuliah maka siap untuk bekerja keras. Membiayai kuliah juga mengatur keuangan untuk keluarga kecil. Jika hanya siap menikahnya saja tanpa mau bekerja keras maka orang tualah yang mungkin akan repot karena kita mungkin akan masih banyak peran orang tua. Bekerja keras yang penting halal itu moto yang wajib dimiliki bagi kamu yang memutuskan siap menikah sambil kuliah. Buang rasa gengsi, malas ataupun malu.
Ketika itu suami menjadi pedangan donat sehabis kuliah sementara saya sendiri menjadi guru private dalam sehari bisa 4 sampai 5 rumah yang saya private bahkan dengan jarak yang berlawanan arah. Cape sudah tentu, lelah sudah pasti namun satu yang membuat kami untuk tetap bekerja keras adalah menikah sambil kuliah adalah pilihan kami yang harus dipertanggung jawabkan. Kami harus sukses dan menbuktikan pada orang tua  bahwa keputusan kami adalah amanah  yang harus ditunaikan karena kami akan bahu membahu bekerja keras dan berdoa untuk membuktikannya.
Ucapan yang selalu saya utarakan kepada orang tua ketika itu adalah doakan kami dan tunggu 4 sampai 5 tahun untuk kami buktikan. Karena kami proses itu akan membuat kami belajar dan tumbuh dewasa

Komitmen tanpa banyak alasan

Komitmen yang kami pegang saat itu adalah bekerja tanpa banyak alasan. Berdagang cari yang modalnya minim mulai dari jualan kue yang bermodal 50rb dititip ke warung hinga mie ayam ketika libur private siswa. Suami  berjualan sepatu atau sandal di lapangan Bandung ketika teman-teman yang lain menghabiskan liburnya. Malu atau gengsi bukan alasan kami untuk berhenti membangun sebuah keluarga yang mandiri saat usia kami masih muda dan menjadi mahasiswa Karena alasan itulah yang akan menghentikan langkah dan perjuangan kami.

Komitmen untuk disiplin belajar dan tetap berprestasi

Memutuskan menikah sambil kuliah berarti disiplin belajar kita harus lebih tinggi. Karena semakin kita malas maka semakin jauh dari kata lulus apalagi wisuda. Menikah sambil kuliah jangan menghentikan prestasi artinya di kampus kita setidaknya memiliki IPK tinggi dan tidak tertinggal. Bahkan suami mendapatkan pekerjaan di semester akhir di salah satu perusahaan swasta di saat kami disibukkan dengan skripsi. Dengan izin ALLAH saya selesai menulis beberapa buku bahkan menulis outlinenya pun di bus menuju kuliah atau ketika

Itulah komitmen yang mungkin bisa menjadi acuan ketika kamu memtuskan menikah sambil kuliah. Menikahnya mudah tapi tantangannya adalah menjalani komitmennya setelah menikah. Sehingga keputuasan menikah  sambil kuliah tidak mengecewakan orang tua karena kamu putus kuliah di tengah jalan karena memiliki anak atau ketika laki-laki gelar sarjana itu tak pernah disandang karena harus mencari nafkah. Sebagian berpendapat bahwa pendidikan itu bukan syarat mutlak sebuah kesuksesan. Namun, belajar berpikir bijak bahwa pendidikan dan proses belajar inilah sebagai jembatan untuk meraih sebuah kesuksesan. Masih ingat dengan janji ALLAH bahwa ALLAH akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu. 

So, siap menikah sambil kuliah artinya siap kerja keras, siap tidak gengsi dan siap jadi makhluk bumi super rajin. Rajin melihat peluang menjadi rupiah. Kalo masih ragu tunggu minimal sampai skripsimu kelar dan pandailah  menjaga hati dan pandangan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pegang Teguh 5 Komitmen ini Ketika Memutuskan Menikah Sambil Kuliah"

Post a Comment

Mohon untuk bijak dalam berkomentar